Daridata tersebut kita dapat menentukan struktur atom suatu unsur seperti jumlah proton, neutron, elektron, dan konfigurasi elektronnya. Dalam tabel periodik unsur kita dapat mempelajari sifat unsur seperti logam, metaloid, nonlogam, dan sifat periodik yaitu jari-jari, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan. A. Konfigurasielektron X dengan nomor atom 38 adalah. Unsur X terletak pada blok s (golongan A) Memiliki elektron valensi 2 (golongan IIA) Periode = jumlah kulit = 5. Jadi, jawaban yang benar adalahD. 1. hitunglah Volume 8gram gas SO3 pada keadaan a). 0°C 1atm b). 27°C 0,5atmc). Pada suhu dan tekanan yang sama dengan 1 liter gas yang memiliki NotasiUnsur ( Nomor Atom dan Massa Atom ) Henry Gwyn-Jeffreys mengusulkan istilah nomor atom (Z) untuk menyebutkan jumlah proton. Massa atom ataau nomor massa (A) untuk menyebutkan jumlah nucleon ( jumlah proton + neutron ) dalam inti atom. Menurut hukum Pauli, jumlah elektron yang terdapat dalam kulit atom sesuai dengan rumus 2n 2 dimana Fast Money. Ilustrasi tabel periodik unsur kimia. Foto iStockDalam ilmu kimia, elektron valensi merupakan elektron yang terletak pada kulit terluar sehingga memiliki tingkat energi paling tinggi. Secara umum, terdapat dua cara menentukan elektron valensi yang bisa valensi dapat ditentukan dengan cara menentukan konfigurasi elektronnya dan menggunakan tabel periodik. Untuk memahami lebih jelas, simak pembahasan berikut. Cara Menentukan Elektron Valensi Berdasarkan Konfigurasi ElektronElektron valensi memiliki peran utama dalam reaksi kimia. Berada dalam kulit terluar membuat elektron valensi memiliki tingkat energi yang paling tinggi. Elektron kulit terluar ini dapat lepas, dipertukarkan, atau dipakai bersama dengan atom lain sehingga membentuk ikatan antaratom. Dengan kata lain, sifat kimia atom ditentukan oleh elektron valensinya. Dikutip dari Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas oleh Nana Sutresna, penentuan elektron valensi dapat dilakukan dengan menentukan konfigurasi elektronnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah elektron pada kulit terluarnya. Untuk lebih memahami penentuan elektron valensi dengan cara menentukan konfigurasi elektronnya, perhatikan tabel tabel elektron valensi beberapa atom. Foto Buku Kimia untuk Kelas X Semester 1 Sekolah Menengah Atas Konfigurasi elektron menggambarkan adanya penyebaran atau susunan elektron dalam atom. Berdasarkan tabel di atas, pengisian elektron pada kulit-kulit atom tersebut harus memenuhi beberapa aturan sebagai berikut. 1. Jumlah maksimum elektron pada suatu kulit harus memenuhi rumus 2n2 n = nomor kulit.Kulit K n = 1 dengan rumus 2n2, maksimum 2 . 12 = 2 elektronKulit L n = 2 dengan rumus 2n2, maksimum 2 . 22 = 8 elektronKulit M n = 3 dengan rumus 2n2, maksimum 2 . 32 = 18 elektronKulit N n = 4 dengan rumus 2n2, maksimum 2 . 42 = 32 elektron, dan seterusnya2. Lambang kulit dimulai dari K, L, M, N, dan seterusnya sesuai susunan abjad dimulai dari yang terdekat dengan inti Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi sesuai daya tempung kulit tersebut. Apabila masih ada sisa elektron yang tidak dapat ditampung pada kulit tersebut, maka elektronnya akan diletakkan pada kulit Menentukan Elektron Valensi Menggunakan Tabel PeriodikDikutip dari Kimia untuk Kelas X Semester 1 Sekolah Menengah Atas oleh Nana Sutresna, elektron valensi dapat ditentukan menggunakan tabel periodik dengan melihat struktur elektronnya. Berdasarkan struktur elektronnya, dapat mengetahui nomor kulit, jumlah elektron, dan memahami lebih jelas, perhatikan beberapa bentuk penulisan struktur elektron dalam tabel periodik sebagai struktur elektron nitrogen. Foto Buku Kimia untuk Kelas X Semester 1 Sekolah Menengah Atas Seperti diketahui, elektron valensi adalah jumlah elektron pada kulit terluar. Pada struktur elektron nitrogen di atas, jumlah elektron pada kulit terluar kulit ke-2 adalah 4 elektron. Jadi, nitrogen memiliki elektron valensi yaitu 5. Struktur elektron silikon di atas ditulis dengan cara disingkat. Hal ini memudahkan dalam menentukan elektron valensinya. Jumlah elektron yang terletak di 3s dan 3p merupakan elektron valensi. Jadi, elektron valensi silikon adalah 2 + 2 = 4. Unduh PDF Unduh PDF Dalam Kimia, elektron valensi adalah elektron-elektron yang terletak di kulit elektron terluar dari suatu unsur. Mengetahui cara mencari jumlah elektron valensi dalam atom tertentu adalah keterampilan penting untuk ahli kimia karena informasi ini menentukan jenis ikatan kimia yang dapat dibentuknya. Untungnya, yang Anda butuhkan untuk mencari elektron valensi hanyalah tabel periodik unsur biasa. Logam Non-Transisi 1Carilah tabel periodik unsur. Tabel ini adalah tabel dengan kode warna yang terdiri dari banyak kotak-kotak berbeda yang berisi semua unsur kimia yang diketahui manusia. Tabel periodik menampilkan banyak informasi mengenai unsur-unsur — kita akan menggunakan beberapa informasi ini untuk menentukan jumlah elektron valensi dalam atom yang kita teliti. Biasanya, Anda dapat mencari informasi ini di sampul buku paket kimia. Selain itu juga terdapat tabel interaktif yang baik tersedia daring di sini.[1] 2 Berilah label setiap kolom pada tabel periodik unsur dari 1 hingga 18. Biasanya, dalam tabel periodik, semua unsur dalam satu kolom vertikal, memiliki jumlah elektron valensi yang sama. Jika tabel periodik Anda belum memiliki nomor pada setiap kolomnya, berilah nomor mulai dari 1 dari kolom paling kiri hingga 18 pada kolom paling kanan. Dalam istilah ilmiah, kolom-kolom ini disebut "golongan" unsur.[2] Misalnya, jika kita menggunakan tabel periodik yang golongannya tidak memiliki nomor, kita akan menulis 1 di atas Hidrogen H, 2 di atas Berilium Be, dan seterusnya hingga 18 di atas Helium He. 3 Carilah unsur Anda pada tabel. Sekarang, carilah unsur yang ingin Anda ketahui elektron valensinya pada tabel. Anda dapat melakukannya dengan menggunakan simbol kimianya huruf di setiap kotak, nomor atomnya angka di kiri atas setiap kotak, atau informasi lain apa pun yang tersedia untuk Anda pada tabel. Untuk tujuan percontohan, ayo cari elektron valensi untuk unsur yang sangat sering digunakan karbon C. Unsur ini memiliki nomor atom 6. Unsur ini terletak di atas golongan 14. Dalam langkah selanjutnya, kita akan mencari elektron valensinya. Pada sub bagian ini, kita akan mengabaikan logam-logam transisi, yang merupakan unsur-unsur dalam blok berbentuk kotak yang terdiri dari golongan 3 hingga 12. Unsur-unsur ini agak sedikit berbeda dengan yang lain, jadi langkah dalam sub bagian ini tidak berlaku untuk unsur tersebut. Lihatlah cara untuk mengerjakannya dalam sub bagian di bawah ini. 4 Gunakan nomor-nomor golongan untuk menentukan jumlah elektron valensi. Nomor golongan dari logam non-transisi dapat digunakan untuk mencari jumlah elektron valensi dalam atom unsur tersebut. Tempat satuan dari nomor golongan adalah jumlah elektron valensi dalam atom unsur tersebut. Dengan kata lain Golongan 1 1 elektron valensi Golongan 2 2 elektron valensi Golongan 13 3 elektron valensi Golongan 14 4 elektron valensi Golongan 15 5 elektron valensi Golongan 6 elektron valensi Golongan 7 elektron valensi Golongan 8 elektron valensi kecuali untuk helium, yang memiliki 2 elektron valensi Dalam contoh kita, karena karbon ada dalam golongan 14, kita dapat mengatakan bahwa satu atom karbon memiliki empat elektron valensi. Iklan Logam Transisi 1 Carilah unsur dari golongan 3 hingga 12. Seperti yang ditulis di atas, unsur-unsur dalam golongan 3 hingga 12 disebut logam transisi dan bertingkah berbeda dengan unsur-unsur lainnya dalam hal elektron valensi. Dalam bagian ini, kami akan menjelaskan perbedaannya, hingga batas tertentu, seringkali tidak mungkin untuk menempatkan elektron valensi ke atom-atom ini. Untuk tujuan percontohan, ayo kita ambil Tantalum Ta, unsur 73. Dalam beberapa langkah selanjutnya, kita akan mencari elektron valensinya atau, setidaknya, mencoba. Perhatikan bahwa logam transisi meliputi seri lantanida dan aktinida juga disebut logam tanah jarang — dua baris unsur yang biasanya terletak di bagian bawah tabel lainnya, yang dimulai dari lanthanum dan aktinium. Semua unsur ini termasuk golongan 3 dalam tabel periodik. 2 Pahami bahwa logam transisi tidak memiliki elektron valensi tradisional. Pahami bahwa alasan logam transisi tidak benar-benar bekerja seperti tabel periodik yang lain membutuhkan sedikit penjelasan tentang cara kerja elektron dalam atom. Lihat di bawah ini untuk pemahaman singkat atau lewati langkah ini untuk mendapatkan langsung jawabannya.[3] Karena elektron ditambahkan ke atom, elektron ini diurutkan menjadi orbital yang berbeda — pada dasarnya wilayah yang berbeda di sekitar atom yang menjadi tempat berkumpulnya atom. Biasanya, elektron valensi adalah atom-atom pada kulit terluar — dengan kata lain, atom-atom terakhir yang ditambahkan. Untuk alasan-alasan yang agak sedikit rumit untuk dijelaskan di sini, saat atom ditambahkan ke kulit d terluar dari logam transisi lebih lengkapnya di bawah ini, atom-atom pertama yang memasuki kulit cenderung bertingkah seperti elektron valensi biasa, tetapi setelah itu, elektron ini tidak bertingkah seperti itu, dan elektron-elektron dari lapisan orbital lain terkadang malah bertingkah seperti elektron valensi. Hal ini berarti bahwa suatu atom dapat memiliki beberapa elektron valensi bergantung pada cara memanipulasinya. Untuk penjelasan yang lebih rinci, lihatlah halaman elektron valensi yang baik dari Clackamas Community College.[4] 3 Tentukan jumlah elektron valensi berdasarkan nomor golongannya. Sekali lagi, nomor golongan unsur yang Anda teliti dapat memberitahu Anda jumlah elektron valensinya. Akan tetapi, untuk logam transisi, tidak ada pola yang dapat Anda ikuti — nomor golongan biasanya akan sesuai dengan beberapa jumlah elektron valensi yang mungkin. Nomor tersebut adalah[5] Golongan 3 3 elektron valensi Golongan 4 2 hingga 4 elektron valensi Golongan 5 2 hingga 5 elektron valensi Golongan 6 2 hingga 6 elektron valensi Golongan 7 2 hingga 7 elektron valensi Golongan 8 2 atau 3 elektron valensi Golongan 9 2 atau 3 elektron valensi Golongan 10 2 atau 3 elektron valensi Golongan 11 1 hingga 2 elektron valensi Golongan 12 2 elektron valensi Dalam contoh kita, karena Tantalum terdapat pada golongan 5, dapat kita katakan bahwa Tantalum memiliki antara dua dan lima elektron valensi, bergantung pada situasinya. Iklan 1 Pelajari cara membaca konfigurasi elektron. Cara lain untuk mencari elektron valensi suatu unsur adalah dengan sesuatu yang disebut konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron mungkin terlihat rumit, tetapi ini hanyalah suatu cara untuk melambangkan orbital elektron dalam atom dengan huruf dan angka, dan cara ini mudah jika Anda mengetahui yang Anda kerjakan. Ayo lihat contoh konfigurasi untuk unsur natrium Na 1s22s22p63s1 Perhatikan bahwa konfigurasi elektron ini hanyalah mengulangi pola seperti ini angkahurufangka di atasangkahurufangka di atas... ...dan seterusnya. Pola angkahuruf pertama adalah nama orbital elektron dan angka di atas adalah jumlah elektron yang terdapat dalam orbital tersebut — hanya itu! Jadi, untuk contoh kita, kita mengatakan bahwa natrium memiliki 2 elektron dalam orbital 1s ditambah 2 elektron dalam orbital 2s ditambah 6 elektron dalam orbital 2p ditambah 1 elektron dalam orbital 3s. Totalnya adalah 11 elektron — natrium adalah unsur bernomor 11, jadi memang masuk akal. 2 Carilah konfigurasi elektron untuk unsur yang Anda teliti. Setelah Anda mengetahui konfigurasi elektron suatu unsur, mencari jumlah elektron valensinya cukup mudah kecuali, tentunya, untuk logam transisi. Jika Anda diberikan konfigurasi dari soal, Anda dapat melanjutkan ke langkah selanjutnya. JIka Anda harus mencari sendiri, lihat di bawah ini Inilah konfigurasi elektron yang lengkap untuk ununoctium Uuo, unsur bernomor 118 1s22s22p63s23p64s23d104p65s24d105p66s24f145d106p67s25f146d107p6 Sekarang, karena Anda sudah memiliki konfigurasinya, yang harus Anda lakukan untuk mencari konfigurasi elektron atom lain adalah mengisi pola ini dari awal hingga Anda kehabisan elektron. Ini lebih mudah dari kedengarannya. Misalnya, jika kita ingin membuat diagram orbital untuk klorin Cl, unsur bernomor 17, yang memiliki 17 elektron, kita akan melakukannya seperti ini 1s22s22p63s23p5 Perhatikan bahwa jumlah elektronnya dijumlahkan menjadi 17 2 + 2 + 6 + 2 + 5 =17. Anda hanya perlu mengubah jumlah dalam orbital akhir — sisanya sama karena orbital-orbital sebelum orbital terakhir sudah penuh. Untuk konfigurasi elektron lainnya, lihat juga artikel ini. 3 Tambahkan elektron ke kulit orbital dengan Aturan Oktet. Saat elektron ditambahkan ke suatu atom, elektorn ini jatuh ke berbagai orbital sesuai dengan urutan yang dituliskan di atas — dua elektron pertama masuk ke orbital 1s, dua elektron selanjutnya masuk ke orbital 2s, enam elektron selanjutnya masuk ke orbital 2p, dan seterusnya. Saat kita mengerjakan atom-atom di luar logam transisi, kita katakan bahwa orbital-orbital ini membentuk kulit orbital di sekitar atom, dengan setiap kulit berturut-turut di lebih jauh dari kulit sebelumnya. Selain kulit pertama, yang hanya dapat menampung dua elektron, setiap kulit dapat menampung delapan elektron selain, sekali lagi, saat mengerjakan logam transisi. Ini disebut Aturan Oktet. Misalkan, katakan kita melihat unsur Boron B. Karena nomor atomnya adalah lima, kita mengetahui bahwa unsur tersebut memiliki lima elektron dan konfigurasi elektronnya terlihat seperti ini 1s22s22p1. Karena kulit orbital pertama hanya memiliki dua elektron, kita mengetahui bahwa Boron hanya memiliki dua kulit satu kulit dengan dua elektron 1s dan satu kulit dengan tiga elektron dari orbital 2s dan 2p. Sebagai contoh lain, unsur seperti klorin akan memiliki tiga kulit orbital satu dengan elektron 1s, satu dengan dua elektron 2s dan enam elektron 2p, dan satu dengan dua elektron 3s dan lima elektron 3p. 4 Carilah jumlah elektron dalam kulit terluarnya. Sekarang karena Anda sudah mengetahui kulit elektron unsur Anda, mencari elektron valensi sangat mudah gunakan saja jumlah elektron dalam kulit terluarnya. Jika kulit terluarnya penuh dengan kata lain, jika kulit terluat memiliki delapan elektron, atau untuk kulit pertama memiliki dua elektron, unsur menjadi lembam dan tidak akan bereaksi dengan mudah dengan unsur-unsur lain. Akan tetapi, sekali lagi, aturan ini tidak berlaku untuk logam transisi. Misalnya, jika kita menggunakan Boron, karena ada tiga elektron di kulit kedua, kita bisa mengatakan bahwa Boron memiliki tiga elektron valensi. 5 Gunakan baris-baris tabel sebagai cara singkat untuk mencari kulit orbital. Baris-baris horisontal pada tabel periodik disebut "periode" unsur. Dimulai dari atas tabel, setiap periode sesuai dengan jumlah kulit elektron yang dimiliki atom dalam periode tersebut. Anda dapat menggunakannya sebagai cara singkat untuk menentukan banyaknya elektron valensi yang dimiliki suatu unsur — mulailah saja dari sisi kiri periodenya saat menghitung elektron. Sekali lagi, Anda perlu mengabaikan logam transisi untuk cara ini. Misalnya, kita mengetahui bahwa unsur selenium memiliki empat kulit orbital karena unsur ini berada pada periode keempat. Karena unsur ini merupakan unsur keenam dari kiri pada periode keempat mengabaikan logam transisi, kita mengetahui bahwa kulit keempat terluarnya memiliki enam elektron, dan dengan demikian, selenium memiliki enam elektron valensi. Iklan Perhatikan bahwa konfigurasi elektron dapat dituliskan dengan cara singkat menggunakan gas mulia unsur-unsur pada golongan 18 untuk menggantikan orbital pada awal konfigurasi. Misalnya, konfigurasi elektron natrium dapat ditulis [Ne]3s1 — sebenarnya, sama seperti neon, tetapi dengan satu elektron tambahan pada orbital 3s.[6] Logam transisi mungkin memiliki subkulit valensi yang tidak sepenuhnya terisi penuh. Menentukan jumlah elektorn valensi yang tepat dalam logam transisi melibatkan prinsip teori kuantum yang tidak termasuk dalam cakupan artikel ini. Perhatikan bahwa tabel periodik berbeda dari satu negara dan negara lainnya. Jadi, periksalah jika Anda menggunakan tabel periodik yang benar untuk menghindari kebingungan. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Tabel periodik unsur Pensil Kertas Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

elektron valensi tertinggi terdapat pada atom unsur dengan nomor atom